Indonesia Akan Dapat 1 Prototype Pesawat KF-X
Kerjasama Indonesia-Korea Selatan dalam pengembangan industri pembuatan jet tempur terus berlanjut. Proyek yang pembagian pembiayaannya 80 persen Korea Selatan dan 20 persen Indonesia ini rencananya akan membuat lima prototipe jet tempur KF-X/IF-X, pesawat tempur multimission generasi 4,5.
"Empat prototipe untuk Korea dan satu untuk kita (Indonesia)," kata Direktur Teknologi Industri Pertahanan, Ditjen Pothan, Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Agus Suyarso, dalam Seminar Industri Pertahanan di Gedung Antara, Jakarta, Rabu (18/5).
Dengan komposisi pembiayaan total 80:20 ini, artinya pemerintah hanya menyumbang US$ 1,01 miliar atau sekitar 10,1 triliun dari total biaya sebesar US$ 5,05 miliar. Proyek ini akan berlangsung selama 10 tahun, tepatnya hingga tahun 2020. "Nanti rencananya kalau untuk trading-nya 250 pesawat, 200 untuk mereka, 50 untuk kita," kata dia.
Kerjasama pembuatan pesawat tempur ini menjadi salah satu cara Indonesia dalam rangka pengembangan alutsista untuk kebutuhan sekarang dan masa depan. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan kemandirian dan sistem pertahanan strategis.
Military Aircraft
*Menhan : Penandatanganan MoU Barter CN-235 Dengan T-50 Sudah di Lakukan
*RI-China Akan Gelar Latihan Bersama Pilot Sukhoi
*Pesawat T-50 di Barter CN-235
*Iran Berhasil Membuat Piring Terbang Pertama di Dunia
*B-2 Spirit, Bomber Andalan Amerika
*Proyek Gagal AVRO-CAR 1953 & "Black Project Silverbug''
*Proyek Kerjasama Pembuatan Pesawat Tempur KF-X di Tandatangani
*Uji Terbang Prototipe Kedua Sukhoi PAK FA
*X-47B, Jet Tempur Canggih Tanpa Awak
*Pesawat Siluman China Pernah ke Guam, AS
*Pesawat Temput Siluman Paling Canggih di Dunia
*Hibah F-16 Tak Pengaruhi Anggaran Pembelian Sukhoi
*Pesawat Kecepatannya Melebihi Kecepatan Suara
*Indonesia Siap Buat Pesawat Jet Tempur Dengan Korsel
*10 Pesawat Pembom Terbaik Yang Pernah Dibuat
*Pesawat Yang Tenaga Tempurnya Setara 10 Pesawat Sukhoi
*Military News
*Ilham Habibie: Anggaran Litbang Indonesia Minim
*Ketergantungan Alutsista ke Negara Lain Timbulkan Malapetaka
*Menhan : Penandatanganan MoU Barter CN-235 Dengan T-50 Sudah di Lakukan
*RI-China Akan Gelar Latihan Bersama Pilot Sukhoi
*Pesawat T-50 di Barter CN-235
*Marinir Beli Senjata Antiserangan Udara dari Swiss
*Hibah F-16 Dijadwalkan Akan Diterima Akhir Tahun 2011
*Delegasi Korea bidang Pertahanan Kunjungi Komisi I DPR
*Setelah Libya , Target AS Selanjutnya Adalah Papua !!!
*Dibalik Kegagalan Pesawat Jet Tempur F-16 TNI AU sewaktu menghadang F-18 Hornet AS Di Bawean
*Rudal Yakhont Tenggelamkan KRI Buatan AS
*Wawancara dengan Menteri Pertahanan RI Tentang Kemandirian Alutsista
*Iran Berhasil Membuat Piring Terbang Pertama di Dunia
*Bersiap-Siap Menghadapi Perang Dunia III, Sasarannya Iran
*Alutsista Indonesia Diminati Asing
*Tujuan Invasi Barat Ke Libya
*Rudal Misterius di dasar laut Pulau Mapur, Bintan-Kepulauan Riau
*Proyek Gagal AVRO-CAR 1953 & "Black Project Silverbug''
*Menhan: 2024, Alutsista TNI Terpenuhi
*Alutsista Robotik Hancurkan Libya
*Proyek Kerjasama Pembuatan Pesawat Tempur KF-X di Tandatangani
*TNI AL Dipastikan Mendapat Hibah Tank dari Korea
*Kemhan Komit Lanjutkan Pembangunan Pesawat Tempur KF-X di Korsel
*Kavaleri Akan Memperoleh 178 Tank Baru
sumber
Mengenal Den-81 Gultor, satuan khusus dari Kopassus
Kali ini kita akan mencoba mengenal satuan khusus bernama DEN-81 GULTOR (Penanggulangan Terroris) yang sekarang diambil alih oleh Densus-88. Jauh lebih dahulu ada sebelum Densus-88 dan tentu saja Jauh Lebih hebat dan mematikan dari Densus-88 (menurut saya), mari kita lihat profile mereka.
Sejarah berdirinya Gultor:
Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha.
Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto.
Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81.
Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak diketahui jumlah personil maupun jenis senjata yang dimilikinya, karena semua itu rahasia. semuanya tidak terdeteksi. tetai sebenarnya mereka ada. Mereka adalah Spesialis Antibajak pesawat, perang kota, intelijen & kontra-intelijen.
Organisasi pasukan
Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Nah, pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor).
Dari periode 1995- 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan yang ada di bawah kendali Sat-81 adalah Batalyon 811 dan Batalyon 812..
Sistem rekrutmen Kopassus-Gultor1
Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar.
Dari sini, mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi.
Sejarah berdirinya Gultor:
Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha.
Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto.
Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81.
Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak diketahui jumlah personil maupun jenis senjata yang dimilikinya, karena semua itu rahasia. semuanya tidak terdeteksi. tetai sebenarnya mereka ada. Mereka adalah Spesialis Antibajak pesawat, perang kota, intelijen & kontra-intelijen.
Organisasi pasukan
Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Nah, pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor).
Dari periode 1995- 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan yang ada di bawah kendali Sat-81 adalah Batalyon 811 dan Batalyon 812..
Sistem rekrutmen Kopassus-Gultor1
Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar.
Dari sini, mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)







