Ketergantungan Alutsista ke Negara Lain Timbulkan Malapetaka


Jakarta (ANTARA News) - Ketergantungan alat utama sistem senjata (alutsista) yang berlebihan pada negara lain dapat menimbulkan malapetaka, untuk itu pemerintah diharapkan bisa meningkatkan kebutuhan alutsista /non alutsista TNI demi terwujudnya percepatan kemandirian alutsista produksi dalam negeri dan perluasan pembangunan ekonomi.

"Kita semua memandang penting kemandirian alutsista dalam negeri," kata Pemimpin Umum Harian Sinar Harapan Laksamana Muda TNI Purn Rosihan Arsyad dalam seminar bertajuk "Revitalisasi Industri Pertahanan Untuk Kemandirian Alutsista dan Perluasan Pembangunan Ekonomi" di Wisma ANTARA, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa upaya revitalisasi industri pertahanan diperlukan khususnya untuk mempertemukan pandangan yang seragam akan alutsista dengan negara lain demi membangun Hankamnas (pertahanan keamanan nasional) dengan alutsista buatan dalam negeri.

"Nilai belanja alutsista ASEAN itu 25 miliar dolar AS, dan kita bisa menghemat jika membuat sendiri," katanya

Sementara itu panglima TNI Agus Suhartono mengatakan bahwa industri pertahanan merupakan salah satu industri strategis dalam rangka menangkal potensi ancaman negara kita.

Ia mengutarakan bahwa kendala pembangunan industri pertahanan adalah seringnya terjebak dalam dilema anggaran negara yang membuat kita harus terus mendorong revitalisasi industri strategis.

Menurut Panglima, demi mewujudkan percepatan industri pertahanan ada tiga hal yang harus diperhatikan, pertama, revitalisasi industri untuk menghilangkan tertinggalnya efisiensi perusahaan.

Kedua, horizon industri nasional sering terjebak oleh target laba jangka pendek yang sering mengganggu target jangka panjang. Ketiga revitalisasi keterkaitan dalam menjalin hubungan antar lembaga dengan pihak terkait lainnya serta adanya komitmen bersama.

B-2 Spirit Stealth Bomber



Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki sejumlah pesawat tempur untuk menghajar pertahanan anti-serangan udara Libya. Salah satu dipersiapkan adalah pesawat tempur pembom berteknologi Stealth atau siluman, B2 Spirit. Setidaknya tiga pesawat B2 Spirit, dan enam pilot digunakan AS menggempur Libya.

Tiga pesawat-siluman B2 Spirit disiapkan langsung dari pangkalan udara Whiteman di Missouri, Amerika Serikat menuju Libya. Dengan kemampuan jelajah hingga 10.000 kilometer tiap mengisi bahan bakar, B2 Spirit memang ditugaskan menghantam target khusus pasukan Khadafi, kemudian kembali ke 'kandang'-nya di Missouri.
Hangar untuk B2 Spirit memang sengaja dibuat khusus. Dengan pengontrol udara yang disesuaikan, hangar khusus ini menjadi bagian dari perawatan pesawat tempur bernilai Rp 20 triliun per unitnya ini.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, B2 Spirit bertugas menghantam pertahanan Libya. Salah satu keistimewaan pesawat ini adalah mampu mengangkut hingga 8 bom GBU-37, bom yang mampu menghancurkan bunker, atau perlindungan bawah tanah.


Setelah serangan 110 rudal Tomahawk ke Libya, B2 Spirit disiapkan untuk variasi serangan udara pasukan Sekutu terhadap Libya. Pesawat tempur termahal ini bertugas menghancurkan 45 misil yang dikendalikan satelit milik pasukan Khadafi.

Wajar jika pesawat siluman ini menjadi pesawat termahal dalam sejarah penerbangan militer. B2 Spirit merupakan pembom strategis jarak jauh yang memiliki kemampuan lolos dari pantauan radar. Presisi pemboman B2 Spirit pun dikenal tepat.



Pesawat ini memiliki kapasitas angkut 2 orang. Panjang pesawat ini 21 meter, dengan lebar sayap 52 meter. Walaupun beratnya mencapai 71 ton dalam keadaan kosong, pesawat ini mampu mencapai kecepatan hingga 760 kilometer per jam.

Amerika Serikat mengembangkan pesawat ini sejak 1978 melalui program Advance Technology Bomber. Pesawat ini baru diumumkan kepada publik pada 1988. AS hanya memiliki 20 unit pesawat ini.

Spesifikasi
Data dari Global Security
Karakteristik umum
*Kru: 2
*Panjang: 69 ft
*Lebar sayap: 172 ft
*Tinggi: 17 ft
*Luas sayap: 5,000 ft²
*Bobot kosong: 158,000 lb
*Bobot terisi: 336,500 lb
*Bobot maksimum lepas landas: 376,000 lb
*Mesin: 4× General Electric F118-GE-100 turbofans, 17,300 lbf masing-masing

Kinerja
*Laju maksimum: 410 knots (760 km/h, 470 mph)
*Jarak jangkau: 5,600 nm
*Batas tertinggi servis: 50,000 ft
*Beban sayap: 67.3 lb/ft²
*Dorongan/berat: 0.205

Persenjataan
*2 internal bays for 50,000 lb (22,700 kg) of ordnance.
*80× 500 lb class bombs (Mk-82) mounted on Bomb Rack Assembly (BRA)
*36× 750 lb CBU class bombs on BRA
*16× 2000 lb class weapons (Mk-84, JDAM-84, JDAM-102) mounted on Rotary Launcher Assembly (RLA)
*16× B61 or B83 nuclear weapons on RLA

Amerika Serikat
*United States Air Force
*509th Bomb Wing, Whiteman Air Force Base (Current, 19 aircraft)
*13th Bomb Squadron
*393d Bomb Squadron
*394th Combat Training Squadron
*412th Test Wing, Edwards Air Force Base (Current, one aircraft)
*419th Flight Test Squadron, Edwards Air Force Base
*53d Wing, Eglin Air Force Base (past)
*72d Test and Evaluation Squadron, Whiteman Air Force Base
*57th Wing, Nellis Air Force Base (past)
*325th Weapons Squadron, Whiteman Air Force Base
*715th Weapons Squadron (inactivated)
Related Posts Plugin for blogger, Blogger...